Follow Me @rodhimardhiyah

Jumat, 10 November 2017

Gita Savitri Devi Sosok Inspirasi Generasi Muda Masa Kini

November 10, 2017 0 Comments
Gita Savitri Devi, namanya yang saat ini sedang familiar mampu menginspirasi kebanyakan generasi muda masa kini, salah satunya menginspirasi saya untuk menulis mengenai dirinya. Pemilik akun instagram @gitasav ini merupakan salah satu mahasiswa semester akhir di Freie Universitat Berlin jurusan kimia murni.
Gita Savitri Devi
Gita Savitri Devi Sosok Inspirasi Generasi Muda Masa Kini

Saya sendiri pertama kali tahu bahwa ada seorang youtuber yang sangat maju dan kritis pemikirannya seperti Gita Savitri Devi, dari videonya bersama kekasihnya yang bernama Paul yang sedang membahas mengenai Jerman dengan judul video "Gimana Jerman mengubah kami" 

Saat saya menonton video di youtube yang berisikan motivasi ataupun inspirasi, saya random menemukan video dari Gita ini yang merupakan sapaan akrabnya. Merasa penasaran dengan wanita kelahiran 27 Juli 1992 ini, sayapun melihat-lihat video di channel youtubenya "Gita Savitri Devi". Dan ternyata, tidak hanya video yang barusan saya tonton yang memberikan konten positif untuk generasi muda saat ini. Gita memang sengaja membuat konten-konten positif yang sangat dibutuhkan oleh generasi saat ini, seperti konten "Tentang Jerman" yang berisikan bagaimana sebenarnya kehidupan di Jerman sebagai mahasiswa dan bagaimana negara Jerman. Lalu konten "Beropini" yang berisikan opini-opini Gita terhadap kehidupan yang sedang berlangsung saat ini baik itu mengenai media sosial, beragama, bahkan politik. Selain itu, Gita juga mengupload video cover lagu pada channel youtubenya sesuai dengan hobinya sejak kecil.

Tanpa pikir panjang kali lebar saya langsung subscribe channel youtubenya, tidak hanya itu. Saya juga mencari tahu mengenai Gita Savitri Devi Sosok Inspirasi Generasi Muda Masa Kini ini. Dimulai dari ngestalk instagramnya, sampai membaca-baca postingan blognya yang diberi nama "A Cup Of Tea". Benar-benar sosok yang sangat menginspirasi, terlihat dari caranya berbicara dan menulis. Apalagi begitu tahu bahwa Gita juga merupakan seseorang yang berkepribadian INTJ seperti saya. rasanya seperti mempunyai teman diskusi walaupun hanya satu arah, Gita sebagai pembicara dan penulis, saya sebagai pendengar dan pembaca yang mengiyakan dan hanya bisa menulis komentar di postingannya. Ditambah lagi dengan cara berpakaian Gita yang terbilang apa adanya, tidak neko-neko, dan terlihat lebih simple. Saya sangat menyukai  fashion yang seperti itu.  

Tidak hanya upload video di youtube dan menulis di blog dengan konten positif saja, Gita juga telah menulis buku pertamanya yang berjudul "Rentang Kisah" dengan penerbit Gagas Media yang membahas tentang kehidupannya yang dulu super ambisius kini berubah menjadi seseorang yang lebih berpikiran terbuka. Dan itu semua karena Jerman yang mengajarkan Gita untuk bersikap ikhlas terhadap banyak hal dan bagaimana punya banyak waktu berkualitas setiap hari. 

Saya sebagai generasi muda Indonesia, sangat berharap kedepannya semakin banyak sosok-sosok yang menginspirasi seperti Gita Savitri Devi. Karena generasi muda adalah penerus negara ini, sosok yang sedang mencari jati diri, pilihan ingin menjadi seperti apa ke depannya ada pada dirinya. Dan itu semua tergantung apa yang ia lihat, baca, dan tonton juga. Mari kita pilih sosok panutan yang dapat menginspirasi ke arah yang positif. 


Sabtu, 04 November 2017

Keluar dari Passion atau Menemukan Passion Baru?

November 04, 2017 0 Comments
Tentunya setiap dari kita pasti mempunyai hobi, kesenangan, maupun passion tersendiri untuk menghilangkan rasa jenuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dan cara melakukannya pun pasti bermacam-macam adanya. Ada yang tertarik di bidang musik, fashion, kepenulisan, menggambar, dan lain sebagainya.

Kalau berbicara soal hobi, maka akan saya isi dengan kata membaca, dan menulis. Kalau berbicara mengenai kesenangan, saya sewaktu-waktu akan menjawab bernyanyi, menulis, memotret, dan traveling. Dan terakhir adalah mengenai passion, mungkin lebih tepatnya suatu kegiatan yang jika saya lakukan berulang-ulang tidak ada kata bosan, dan ada ketertarikan tersendiri sewaktu mengerjakannya serta melakukannya dengan hati, yaitu menulis. Saya merasa sangat terapresiasi saat ada orang yang menilai tulisan saya, entah itu berupa kritik maupun saran. Saya selalu ingin memperbaiki kemampuan saya yang satu ini yang memang belum seberapa.

Mungkin secara keseluruhan, sejak dahulu saya tertarik dengan dunia kepenulisan dan sesuatu yang berhubungan dengan logika seperti halnya matematika. Selalu ingin mempelajarinya dan berlatih melaksanakannya kapanpun saya mau dan bersedia. 

"Menggambar", entah kenapa sewaktu duduk di bangku sekolah, saya kurang tertarik, dengan hal yang satu ini. Karena saya beranggapan bahwa tidak ada bakat di bidang menggambar, melukis, dan teman-temannya. Namun seminggu terakhir, lebih tepatnya pada hari Minggu tertanggal 29 Oktober 2017 kemarin. Setelah saya mengetahui suatu aplikasi android untuk menggambar yaitu "Sketchbook", yang saya tahu dari kakak saya dan juga @adk.art (nama akun instagram) yang merupakan seseorang yang memang sudah profesional di bidang tersebut.

Entah mengapa, saya penasaran dan tertarik untuk mencobanya. Dimulai dengan mendownload aplikasi tersebut di layanan andorid yaitu play store. Seperti pada gambar di bawah ini.
Aplikasi Sketchbook
App Sketchbook

Lalu, saya masukkan foto yang ingin saya gambar. Dan dilanjutkan dengan memainkan jari-jari saya untuk membentuk gambar tersebut, diikuti dengan imajinasi saya serta mengajak hati saya untuk ikut bermain di dalamnya. Sesuatu yang baru dalam kehidupan saya, yang bahkan sebelumnya tidak saya minati. 

Di bawah ini merupakan gambar dari hasil latihan saya, yang memang masih sangat pemula, belum mengerti apa-apa mengenai sketch, art, ataupun painting. Mungkin bagi kalian yang sudah sedikit banyak mengerti mengenai dunia seni, bisa sharing di kolom komentar :)
Aplikasi Sketchbook


Aplikasi Sketchbook

Aplikasi Sketchbook

Aplikasi Sketchbook

Aplikasi Sketchbook

Yang saya rasakan seminggu belakangan ini, ada challenge tersendiri untuk kemampuan saya. Melakukan sesuatu serta mencoba mendalaminya dan berlatih di luar passion saya. Dan itu sangat berbeda rasanya saat saya sedang melatih passion saya. Sungguh melakukan sesuatu perbedaan itu sangatlah asyik dan menantang. Seperti halnya, menuntaskan suatu pekerjaan yang memang sudah menjadi kegiatan kita dengan menuntaskan pekerjaan baru yang belum pernah kita kerjakan sebelumnya. Sangat berbeda! Dan benar, perbedaan itu memberikan warna tersendiri bagi pelakunya. 

Dan saya masih ingin terus mempelajari akan perbedaan itu, yang memang bahwa saya masih sangat pemula dalam dunia ini. Sejatinya, kehidupan ini memberikan perubahan pada setiap zamannya. Akan menjadi pilihan kita untuk menentukan ingin bagaimana ke depannya, akankah kita monoton dengan zona nyaman serta aman kita atau kita akan membuka diri untuk hal baru yang akan terjadi pada diri kita. 

Banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang kelak akan terjadi pada diri saya. Ada kemungkinan A sampai Z, jika saya mencoba mempelajari kemungkinan-kemungkinan itu semua maka peluang akan terbuka. Dan yang pasti Tuhan yang paling mengetahui yang terbaik untuk saya di masa yang akan datang. Maka saya yang hanya sebagai pemain dalam kehidupan ini, tidak patut untuk menuntut inginnya begini saja ataupun begitu saja. Lakukan yang bisa saya lakukan, pelajari apa yang bisa saya pelajari, selebihnya serahkan kepada Tuhan. Biarkan takdir Tuhan yang menentukan. 

Dan menurut kalian, apakah yang saya lakukan seminggu terakhir ini merupakan "Keluar dari Passion" atau "Telah menemukan Passion baru"?. Tulis jawaban kalian di kolom komentar ya :) Terimakasih sudah mau membaca tulisan absurd saya kali ini, mungkin ada yang berpikiran bahwa saya terlalu lebay menanggapi yang terjadi dalam kehidupan ini. No problem :) Saya hanya ingin sharing sedikit lebih tepatnya.

Salam Ukhuwah dari saya Rodhiyatum Mardhiyah yang ingin belajar lebih banyak lagi mengenai arti kehidupan.


Jumat, 20 Oktober 2017

Bertindak Adil

Oktober 20, 2017 0 Comments
Maunya sih begini dan begitu, tapi apakah kita pernah mencoba untuk lebih bertindak adil pada diri sendiri?!
Bertindak Adil
rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

Seperti itulah dominannya sikap kita, egoisnya sering muncul tanpa berpikir sebelumnya. Dimulai dengan seringnya kita merasa paling benar dalam menilai orang lain, kita dengan seenaknya menilai kehidupan orang lain tanpa mengetahui apa yang ada dibalik orang itu. Seringnya, kita beranggapan "kok dia begitu sih?!" Padahal kita juga tidak tahu apa yang ada pada dirinya, perjuangan apa yang sedang dilakukannya, luka apa yang sedang menghinggapinya, beban apa yang sedang dipikulnya. Dan itu semua hanya dirinya serta Tuhan yang mengetahui.

Memang sejatinya, kehidupan kita pasti akan ada saja orang yang menilainya walaupun sejatinya hanya penilaian Tuhan yang benar. Dan kita tidak bisa menolak penilaian orang lain terhadap diri kita. Idealnya kita ingin dinilai oleh orang lain sesuai keadaan kita, apa yang kita rasakan, bagaimana kita, dan penilaian lainnya. Tapi, apakah kita sering memberi penilaian yang baik untuk orang lain?! Coba kita pikir kembali, apakah itu tindakan yang adil? Inginnya dinilai sesuai tetapi ke orang lain malah tidak bisa memahami

Lalu masalah kekurangan ataupun kejelekan. Sebelumnya saya sudah beropini di status facebook ataupun caption instagram saya mengenai hal yang satu ini. Setiap dari kita pasti mempunyai kejelekan pun kekurangan, jika kita tidak bisa memaklumi kekurangan ataupun kejelekan yang ada pada diri orang lain, bagaimana bisa kita menjadi pribadi yang lebih mengerti?! Bertindak adil itu penting. Dalam hal ini, yaitu jika kita bisa menerima kekurangan yang ada pada diri kenapa kita tidak bisa memaklumi kekurangan yang ada pada orang lain?! Mencoba lebih memahami yang lainnya, tidak melulu kita yang dipahami namun bertindak adil dengan yang lainnya. 

Lalu masalah kepemerintahan. Sering kali kita inginnya mempunyai fasilitas yang memadai, lapangan pekerjaan yang sesuai dengan angka pengangguran, dan macam-macam keinginan lainnya sebagai seorang rakyat kepada pemerintah. Jika ada yang kurang ataupun cacat menurut kita sebagai rakyat, kita lantas menyalahkan pemerintah tanpa ikut membantu memperbaikinya minimal dengan memberikan masukan. Apakah itu adil?! Mari, kita bertindak adil juga dalam hal ini. Jika kita rasa ada yang kurang, jangan bisanya hanya menggerutu, mengeluh, menyalahkan. Kaji kembali apa yang bisa kita lakukan untuk minimal membantu perbuatan kecil. Tapi jika kita sama-sama melakukan perbuatan kecil itu, bisa berdampak besar tentunya. Contohnya, kita mengeluhkan masalah banjir setiap tahunnya, apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya?.

Lalu masalah angka pengangguran yang meningkat setiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan. Seringnya kita sebagai seorang yang menganggur menyalahkan pemerintah ataupun perusahaan atas kebijakan yang telah dibuat, entah itu persyaratan melamar kerja yang semakin sulit, entah itu adanya pengurangan karyawan, dan lain sebagainya. Lalu, apakah lantas kita hanya berdiam diri dengan keadaan yang ada? Mencari lowongan kerja dengan melamar kesana kemaripun rasanya tidak cukup. Kita perlu meningkatkan kemampuan kita, kita perlu melatih kreatifitas kita untuk menghadapi kondisi seperti ini. Atau mungkin kita perlu belajar untuk berwirausaha. Pemerintah sudah berusaha memperbaiki kondisi yang ada, tapi kita hanya bisa menyalahkan tanpa ikut membantu minimal perihal kecil. Apakah itu adil?!

Lalu masalah menyudutkan anak-anak zaman sekarang atau bahasa gaul yang lagi viral sekarang yaitu "Kids Jaman Now". Kita sebagai orang yang sudah melalui masa anak-anak lebih dahulu, seringnya menilai "kok anak jaman sekarang begini sih?", "Lah seruan permainan kita waktu masih kecil dulu, anak jaman sekarang mah mainannya ga ada yang kaya dulu.", dan lain-lain anggapan lainnya. Jelas, perubahan zaman pasti berlaku setiap masanya. Sekarang zaman sudah sangat canggih, wajar saja jika anak zaman sekarang sudah mengerti smartphone ataupun komputer. Asalkan kita sebagai orang tua mengarahkan ke arah yang positif saat anak sedang berselancar dengan gawainya. Itu semua tergantung didikan dan tontonan yang disuguhkan. Jangan melulu anak yang disalahkan. Saat Smartphone yang kita belikan rusak, lantas kita menyalahkan sang anak. Tapi, apakah saat anak kita rusak, kita menyalahkan smartphone?! Seringnya kita malah tambah menyalahkan sang anak, bukan smartphone atau cara mendidik kita yang kita koreksi.

Mari kita belajar bersama-sama untuk dapat bertindak adil, walaupun yang dapat berlaku adil seadil-adilnya hanyalah Tuhan.  

Salam Ukhuwah dari saya Rodhiyatum Mardhiyah

Senin, 09 Oktober 2017

Jomblo Part II

Oktober 09, 2017 0 Comments
rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

Sebelumnya saya sudah menuliskan artikel mengenai “Jomblo”, mungkin bagi yang belum membaca, bisa baca di sini. Kali ini saya akan membahas mengenai jomblo kembali. Karena sampai saat ini pun saya masih bertahan dengan status jomblo, pastinya tujuan saya menulis kali ini yaitu untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran saya sebagai seorang jomblo.

Entah status saya sebagai seorang jomblo ini, termasuk ke dalam kategori “Mencari Aman” atau memang belum dipertemukan dengan jodoh. Jujur, pilihan saya untuk menjomblo memang berdasarkan prinsip saya yang tidak ingin untuk berpacaran sebelum menikah. Ya, walaupun sebenarnya dulu saya pernah mempunyai mantan.

Tentunya saat saya berpegang pada prinsip tidak ingin berpacaran, saya juga meniatkan diri untuk menjaga hati ini agar tidak terlalu dalam saat kagum atau menyukai lawan jenis. Tidak hanya status yang dijaga namun hatipun demikian. Sulit?! Tentu, saat awal-awal saya berhijrah merasa kesulitan untuk merombak hati ini. Namun adalah benar bahwa Tuhan akan mempermudah jalan hambaNya, jika hambaNya memang memiliki keinginan untuk berhijrah. Saya ingin agar hati ini selalu terpaut hanya kepada Tuhan yang memiliki hati ini, tidak ada harapan selain kepada Tuhan. Karena sejatinya, berharap kepada selain Tuhan maka hati akan kecewa dan terluka. Dan itu benar!

Hari demi harinya saya selalu mencoba untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan. Kadang, perilaku manusiawi memang sering hadir, seperti halnya teringat kenangan yang lalu, rasa kecewa, dan macam-macam perasaan lainnya. Tapi saya berusaha untuk menepis perasaan itu dengan mencari-cari motivasi yang berasal dari luar diri saya, seperti halnya dari akun-akun instagram yang memotivasi ataupun dari artikel yang mampir di timeline facebook saya. Tapi tetap saja kekuatan yang sesungguhnya berada di dalam diri sendiri, motivasi yang berasal dari luar hanyalah sebagai pendukung.

Mungkin kata "Mencari Aman" juga yang mendominasi saya untuk menjomblo. Tidak ingin salah melangkah untuk yang ke sekian kalinya, tidak ingin jatuh hati kepada orang yang salah, tidak ingin menghabiskan waktu hanya karena urusan yang semestinya tidak ada. Well, saya berpendapat jika memang waktunya belum tiba, untuk apa menghabiskan waktu dengan mencintai orang yang salah?! Lebih baik saya melakukan hal yang memang menjadi tujuan hidup saya, mengembangkan minat saya, dan yang terutama lebih fokus kepada orang-orang yang menyayangi saya. 

Saya sama seperti kalian yang menjomblo. Tidak jarang ada yang melontarkan pertanyaan kepada saya perihal someone, dan saya cuma bisa nyengir dan membalas dengan kata "Do'akan saja". Saya merasa belum siap dengan perihal menjalin hubungan sakral dengan seseorang, dan perlu beberapa tahun lagi untuk mempersiapkan kematangan itu. Saya merasa masih mempunyai hutang atas cita-cita saya, tidak mungkin saya bisa melupakan cita-cita saya begitu saja. Tapi balik lagi, saya hanya hambaNya yang hanya dapat berencana dan menjadi pemain dalam kehidupan ini. Tuhan Yang Maha Kuasa yang mempunyai kuasa atas kehidupan ini, dan saya hanya berusaha menjalankan semua ini sesuai skenarioNya. 

Jika nanti seseorang itu telah tiba sebelum waktu menurut saya yang tepat, mungkin Tuhan mempunyai rencana yang lebih indah atas jalan itu. Atau mungkin seseorang itu datang dengan waktu yang lebih lama dari yang saya inginkan, mungkin itulah cara Tuhan menyadarkan saya bahwa ada sesuatu yang harus saya perbaiki. Well, kehidupan ini punya Tuhan Yang Maha Esa, kita sebagai hambaNya hanya pemain dalam kehidupan ini. 

Jadi bagaimana, masih betah jomblo?! :D 

Salam Ukhuwah : Rodhiyatum Mardhiyah

Kamis, 05 Oktober 2017

Mantan!

Oktober 05, 2017 0 Comments

Mantan
Masih ingat mantan?! :D

“Mantan”, kalau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bermakna bekas pemangku jabatan (Kedudukan). Lalu menurut teman-teman bagaimana? Pasti setiap kita mempunyai makna tersendiri untuk kata “mantan” ini. Yuk sebelumnya sharing dulu di kolom komentar mengenai makna dari kata “mantan” hehe.

Mantan yang saya maksud di sini bukan mantan presiden, mantan gubernur, mantan camat, mantan walikota, dan mantan-mantan lainya. Tetapi mantan yang pernah ada di hati, yang pernah mampir di hati, apapun itu namanya. Intinya mah pernah ada kenangan dengan si “mantan” ini. Tapi tunggu dulu, sebelum melanjutkan untuk membaca tulisan absurd ini, pastikan terlebih dulu bahwa kalian sedang dalam hati yang tenang dan tidak malah menjadi galau akibat teringat kenangan bersama si “mantan”.

Mar, hidup kok malah jadi flashback sih, ngebahas yang sudah berlalu?!. Ya memang benar, yang berlalu biarlah berlalu. Tapi ingat, kita mesti mengambil pelajaran dari yang sudah lalu! Jangan malah keinget akan saat-saat manis bersamanya saja.

Terkadang ada kenangan yang mampir begitu saja dalam pikiran kita, ataupun hadir di dalam mimpi (alam bawah sadar) kita. Apalagi kalau orang tersebut merupakan “mantan terindah” di dalam kisah hidup kita seperti lagunya Raisa. Bikin susah move on ga tuh?! Iya atau iya?!. Teringat akan pembahasan-pembahasan yang pernah diperbincangkan berdua, saat membahas cita-cita dan masa depan, teringat akan saat-saat sulit yang pernah dilewati bersama, teringat akan saat-saat bahagia yang telah dilewati. Uuh sweet banget ga tuh?! Eh pas sadar ternyata si doi sudah berpindah ke lain hati. #Nyeees.

Beruntung banget bagi teman-teman yang tidak mempunyai mantan kekasih, mantan gebetan, ataupun mantan selir hati (Alias langsung menikah dengan dia yang memang sudah ditakdirkan untuk bersama). Untuk yang seperti saya, mempunyai mantan yang pernah mampir di hati. Yuk mari kita hijrah bersama-sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Biarlah itu menjadi masa lalu kita, karena masa lalu tidak dapat dirubah namun diri ini masih mempunyai masa depan yang suci. Reset hati kembali karena perasaan-perasaan yang tidak semestinya hadir sebelum waktu itu tiba. Memang tidak mudah, namun selama kita disibukkan dengan mencintai Sang Pemilik hati yaitu Allah SWT, insyaallah jalan kita akan dipermudah untuk berhijrah. Memangnya Mardhiyah sudah hijrah, berani berbicara seperti itu?! Justru itu, Mardhiyah juga masih tahap belajar untuk istiqomah dalam berhijrah, yuk sama-sama saling mengingatkan.

Tapi, saya yakin teman-teman semua kini telah menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Sudah berhasil move on dari saat-saat terpuruk itu, sudah bangkit dengan hati yang lebih kuat dan tidak gampang goyah. Yang terutama telah sadar, bahwa itu semua merupakan dosa. Kok dosa Mar?! Iya, itu semua termasuk zina. Walaupun tidak saling bersentuhan, tetapi hati saling bersentuhan, apalagi jika saling terbayang ataupun menghayal satu sama lain yang belum mahramnya. Tidak lain dan tidak bukan, itu merupakan zina hati. Tidak terlihat, namun kita sendiri yang mengetahui dan tentunya Allah SWT yang mengetahui isi hati hambaNya.

Untuk kamu, iya kamu! Terimakasih untuk kamu yang pernah hadir di hati ini, yang kini telah memiliki kehidupan bersama hati yang lain. Yakinlah, takdir Allah SWT memang yang terbaik untuk hambaNya. Terkadang kita sebagai hambaNya hanya keliru dalam memaknai arti dari cinta, kita tak jarang menyalahkan cinta, tanpa sadar bahwa diri kitalah yang salah dalam menanggapi cinta itu sendiri. Bagaimanapun percayalah, kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama, kita hanya bersalam sapa sekejap. Cintai ia yang memang telah ditakdirkan untuk bersama dengan mengharap ridhoNya, yakinlah bahwa jodoh kita dipilih oleh Allah SWT memang yang terbaik untuk kita. Sungguh tujuan kehidupan ini semata hanya mengharap keridhoanNya, jika ada harapan selain perihal itu maka hati akan kecewa dan terluka.

Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mau membaca tulisan absurd kali ini, mari kita move on ke arah yang lebih baik lagi. Mantan hadir memang memberikan kenangan tersendiri, namun takdir Tuhan yang terbaik untuk kita. Terima saja dengan ikhlas semua ketentuanNya, yakinlah akan hadir hati yang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang memang ditakdirkan untuk menggenapi kehidupan kita. 

Jika ditemukan kesalahan kata, jangan sungkan untuk memberitahu di kolom komentar. Karena apalah arti tulisan ini tanpa kritik dan saran dari teman-teman semua.

Salam ukhuwah : Saya Rodhiyatum Mardhiyah