Bertindak Adil

Maunya sih begini dan begitu, tapi apakah kita pernah mencoba untuk lebih bertindak adil pada diri sendiri?!
Bertindak Adil
rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

Seperti itulah dominannya sikap kita, egoisnya sering muncul tanpa berpikir sebelumnya. Dimulai dengan seringnya kita merasa paling benar dalam menilai orang lain, kita dengan seenaknya menilai kehidupan orang lain tanpa mengetahui apa yang ada dibalik orang itu. Seringnya, kita beranggapan "kok dia begitu sih?!" Padahal kita juga tidak tahu apa yang ada pada dirinya, perjuangan apa yang sedang dilakukannya, luka apa yang sedang menghinggapinya, beban apa yang sedang dipikulnya. Dan itu semua hanya dirinya serta Tuhan yang mengetahui.

Memang sejatinya, kehidupan kita pasti akan ada saja orang yang menilainya walaupun sejatinya hanya penilaian Tuhan yang benar. Dan kita tidak bisa menolak penilaian orang lain terhadap diri kita. Idealnya kita ingin dinilai oleh orang lain sesuai keadaan kita, apa yang kita rasakan, bagaimana kita, dan penilaian lainnya. Tapi, apakah kita sering memberi penilaian yang baik untuk orang lain?! Coba kita pikir kembali, apakah itu tindakan yang adil? Inginnya dinilai sesuai tetapi ke orang lain malah tidak bisa memahami

Lalu masalah kekurangan ataupun kejelekan. Sebelumnya saya sudah beropini di status facebook ataupun caption instagram saya mengenai hal yang satu ini. Setiap dari kita pasti mempunyai kejelekan pun kekurangan, jika kita tidak bisa memaklumi kekurangan ataupun kejelekan yang ada pada diri orang lain, bagaimana bisa kita menjadi pribadi yang lebih mengerti?! Bertindak adil itu penting. Dalam hal ini, yaitu jika kita bisa menerima kekurangan yang ada pada diri kenapa kita tidak bisa memaklumi kekurangan yang ada pada orang lain?! Mencoba lebih memahami yang lainnya, tidak melulu kita yang dipahami namun bertindak adil dengan yang lainnya. 

Lalu masalah kepemerintahan. Sering kali kita inginnya mempunyai fasilitas yang memadai, lapangan pekerjaan yang sesuai dengan angka pengangguran, dan macam-macam keinginan lainnya sebagai seorang rakyat kepada pemerintah. Jika ada yang kurang ataupun cacat menurut kita sebagai rakyat, kita lantas menyalahkan pemerintah tanpa ikut membantu memperbaikinya minimal dengan memberikan masukan. Apakah itu adil?! Mari, kita bertindak adil juga dalam hal ini. Jika kita rasa ada yang kurang, jangan bisanya hanya menggerutu, mengeluh, menyalahkan. Kaji kembali apa yang bisa kita lakukan untuk minimal membantu perbuatan kecil. Tapi jika kita sama-sama melakukan perbuatan kecil itu, bisa berdampak besar tentunya. Contohnya, kita mengeluhkan masalah banjir setiap tahunnya, apakah kita sudah membuang sampah pada tempatnya?.

Lalu masalah angka pengangguran yang meningkat setiap tahunnya yang tidak diimbangi dengan lapangan pekerjaan. Seringnya kita sebagai seorang yang menganggur menyalahkan pemerintah ataupun perusahaan atas kebijakan yang telah dibuat, entah itu persyaratan melamar kerja yang semakin sulit, entah itu adanya pengurangan karyawan, dan lain sebagainya. Lalu, apakah lantas kita hanya berdiam diri dengan keadaan yang ada? Mencari lowongan kerja dengan melamar kesana kemaripun rasanya tidak cukup. Kita perlu meningkatkan kemampuan kita, kita perlu melatih kreatifitas kita untuk menghadapi kondisi seperti ini. Atau mungkin kita perlu belajar untuk berwirausaha. Pemerintah sudah berusaha memperbaiki kondisi yang ada, tapi kita hanya bisa menyalahkan tanpa ikut membantu minimal perihal kecil. Apakah itu adil?!

Lalu masalah menyudutkan anak-anak zaman sekarang atau bahasa gaul yang lagi viral sekarang yaitu "Kids Jaman Now". Kita sebagai orang yang sudah melalui masa anak-anak lebih dahulu, seringnya menilai "kok anak jaman sekarang begini sih?", "Lah seruan permainan kita waktu masih kecil dulu, anak jaman sekarang mah mainannya ga ada yang kaya dulu.", dan lain-lain anggapan lainnya. Jelas, perubahan zaman pasti berlaku setiap masanya. Sekarang zaman sudah sangat canggih, wajar saja jika anak zaman sekarang sudah mengerti smartphone ataupun komputer. Asalkan kita sebagai orang tua mengarahkan ke arah yang positif saat anak sedang berselancar dengan gawainya. Itu semua tergantung didikan dan tontonan yang disuguhkan. Jangan melulu anak yang disalahkan. Saat Smartphone yang kita belikan rusak, lantas kita menyalahkan sang anak. Tapi, apakah saat anak kita rusak, kita menyalahkan smartphone?! Seringnya kita malah tambah menyalahkan sang anak, bukan smartphone atau cara mendidik kita yang kita koreksi.

Mari kita belajar bersama-sama untuk dapat bertindak adil, walaupun yang dapat berlaku adil seadil-adilnya hanyalah Tuhan.  

Salam Ukhuwah dari saya Rodhiyatum Mardhiyah

Jomblo Part II

rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

Sebelumnya saya sudah menuliskan artikel mengenai “Jomblo”, mungkin bagi yang belum membaca, bisa baca di sini. Kali ini saya akan membahas mengenai jomblo kembali. Karena sampai saat ini pun saya masih bertahan dengan status jomblo, pastinya tujuan saya menulis kali ini yaitu untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam pikiran saya sebagai seorang jomblo.

Entah status saya sebagai seorang jomblo ini, termasuk ke dalam kategori “Mencari Aman” atau memang belum dipertemukan dengan jodoh. Jujur, pilihan saya untuk menjomblo memang berdasarkan prinsip saya yang tidak ingin untuk berpacaran sebelum menikah. Ya, walaupun sebenarnya dulu saya pernah mempunyai mantan.

Tentunya saat saya berpegang pada prinsip tidak ingin berpacaran, saya juga meniatkan diri untuk menjaga hati ini agar tidak terlalu dalam saat kagum atau menyukai lawan jenis. Tidak hanya status yang dijaga namun hatipun demikian. Sulit?! Tentu, saat awal-awal saya berhijrah merasa kesulitan untuk merombak hati ini. Namun adalah benar bahwa Tuhan akan mempermudah jalan hambaNya, jika hambaNya memang memiliki keinginan untuk berhijrah. Saya ingin agar hati ini selalu terpaut hanya kepada Tuhan yang memiliki hati ini, tidak ada harapan selain kepada Tuhan. Karena sejatinya, berharap kepada selain Tuhan maka hati akan kecewa dan terluka. Dan itu benar!

Hari demi harinya saya selalu mencoba untuk lebih dekat lagi dengan Tuhan. Kadang, perilaku manusiawi memang sering hadir, seperti halnya teringat kenangan yang lalu, rasa kecewa, dan macam-macam perasaan lainnya. Tapi saya berusaha untuk menepis perasaan itu dengan mencari-cari motivasi yang berasal dari luar diri saya, seperti halnya dari akun-akun instagram yang memotivasi ataupun dari artikel yang mampir di timeline facebook saya. Tapi tetap saja kekuatan yang sesungguhnya berada di dalam diri sendiri, motivasi yang berasal dari luar hanyalah sebagai pendukung.

Mungkin kata "Mencari Aman" juga yang mendominasi saya untuk menjomblo. Tidak ingin salah melangkah untuk yang ke sekian kalinya, tidak ingin jatuh hati kepada orang yang salah, tidak ingin menghabiskan waktu hanya karena urusan yang semestinya tidak ada. Well, saya berpendapat jika memang waktunya belum tiba, untuk apa menghabiskan waktu dengan mencintai orang yang salah?! Lebih baik saya melakukan hal yang memang menjadi tujuan hidup saya, mengembangkan minat saya, dan yang terutama lebih fokus kepada orang-orang yang menyayangi saya. 

Saya sama seperti kalian yang menjomblo. Tidak jarang ada yang melontarkan pertanyaan kepada saya perihal someone, dan saya cuma bisa nyengir dan membalas dengan kata "Do'akan saja". Saya merasa belum siap dengan perihal menjalin hubungan sakral dengan seseorang, dan perlu beberapa tahun lagi untuk mempersiapkan kematangan itu. Saya merasa masih mempunyai hutang atas cita-cita saya, tidak mungkin saya bisa melupakan cita-cita saya begitu saja. Tapi balik lagi, saya hanya hambaNya yang hanya dapat berencana dan menjadi pemain dalam kehidupan ini. Tuhan Yang Maha Kuasa yang mempunyai kuasa atas kehidupan ini, dan saya hanya berusaha menjalankan semua ini sesuai skenarioNya. 

Jika nanti seseorang itu telah tiba sebelum waktu menurut saya yang tepat, mungkin Tuhan mempunyai rencana yang lebih indah atas jalan itu. Atau mungkin seseorang itu datang dengan waktu yang lebih lama dari yang saya inginkan, mungkin itulah cara Tuhan menyadarkan saya bahwa ada sesuatu yang harus saya perbaiki. Well, kehidupan ini punya Tuhan Yang Maha Esa, kita sebagai hambaNya hanya pemain dalam kehidupan ini. 

Jadi bagaimana, masih betah jomblo?! :D 

Salam Ukhuwah : Rodhiyatum Mardhiyah

Mantan!


Mantan
Masih ingat mantan?! :D

“Mantan”, kalau menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) bermakna bekas pemangku jabatan (Kedudukan). Lalu menurut teman-teman bagaimana? Pasti setiap kita mempunyai makna tersendiri untuk kata “mantan” ini. Yuk sebelumnya sharing dulu di kolom komentar mengenai makna dari kata “mantan” hehe.

Mantan yang saya maksud di sini bukan mantan presiden, mantan gubernur, mantan camat, mantan walikota, dan mantan-mantan lainya. Tetapi mantan yang pernah ada di hati, yang pernah mampir di hati, apapun itu namanya. Intinya mah pernah ada kenangan dengan si “mantan” ini. Tapi tunggu dulu, sebelum melanjutkan untuk membaca tulisan absurd ini, pastikan terlebih dulu bahwa kalian sedang dalam hati yang tenang dan tidak malah menjadi galau akibat teringat kenangan bersama si “mantan”.

Mar, hidup kok malah jadi flashback sih, ngebahas yang sudah berlalu?!. Ya memang benar, yang berlalu biarlah berlalu. Tapi ingat, kita mesti mengambil pelajaran dari yang sudah lalu! Jangan malah keinget akan saat-saat manis bersamanya saja.

Terkadang ada kenangan yang mampir begitu saja dalam pikiran kita, ataupun hadir di dalam mimpi (alam bawah sadar) kita. Apalagi kalau orang tersebut merupakan “mantan terindah” di dalam kisah hidup kita seperti lagunya Raisa. Bikin susah move on ga tuh?! Iya atau iya?!. Teringat akan pembahasan-pembahasan yang pernah diperbincangkan berdua, saat membahas cita-cita dan masa depan, teringat akan saat-saat sulit yang pernah dilewati bersama, teringat akan saat-saat bahagia yang telah dilewati. Uuh sweet banget ga tuh?! Eh pas sadar ternyata si doi sudah berpindah ke lain hati. #Nyeees.

Beruntung banget bagi teman-teman yang tidak mempunyai mantan kekasih, mantan gebetan, ataupun mantan selir hati (Alias langsung menikah dengan dia yang memang sudah ditakdirkan untuk bersama). Untuk yang seperti saya, mempunyai mantan yang pernah mampir di hati. Yuk mari kita hijrah bersama-sama untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Biarlah itu menjadi masa lalu kita, karena masa lalu tidak dapat dirubah namun diri ini masih mempunyai masa depan yang suci. Reset hati kembali karena perasaan-perasaan yang tidak semestinya hadir sebelum waktu itu tiba. Memang tidak mudah, namun selama kita disibukkan dengan mencintai Sang Pemilik hati yaitu Allah SWT, insyaallah jalan kita akan dipermudah untuk berhijrah. Memangnya Mardhiyah sudah hijrah, berani berbicara seperti itu?! Justru itu, Mardhiyah juga masih tahap belajar untuk istiqomah dalam berhijrah, yuk sama-sama saling mengingatkan.

Tapi, saya yakin teman-teman semua kini telah menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Sudah berhasil move on dari saat-saat terpuruk itu, sudah bangkit dengan hati yang lebih kuat dan tidak gampang goyah. Yang terutama telah sadar, bahwa itu semua merupakan dosa. Kok dosa Mar?! Iya, itu semua termasuk zina. Walaupun tidak saling bersentuhan, tetapi hati saling bersentuhan, apalagi jika saling terbayang ataupun menghayal satu sama lain yang belum mahramnya. Tidak lain dan tidak bukan, itu merupakan zina hati. Tidak terlihat, namun kita sendiri yang mengetahui dan tentunya Allah SWT yang mengetahui isi hati hambaNya.

Untuk kamu, iya kamu! Terimakasih untuk kamu yang pernah hadir di hati ini, yang kini telah memiliki kehidupan bersama hati yang lain. Yakinlah, takdir Allah SWT memang yang terbaik untuk hambaNya. Terkadang kita sebagai hambaNya hanya keliru dalam memaknai arti dari cinta, kita tak jarang menyalahkan cinta, tanpa sadar bahwa diri kitalah yang salah dalam menanggapi cinta itu sendiri. Bagaimanapun percayalah, kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama, kita hanya bersalam sapa sekejap. Cintai ia yang memang telah ditakdirkan untuk bersama dengan mengharap ridhoNya, yakinlah bahwa jodoh kita dipilih oleh Allah SWT memang yang terbaik untuk kita. Sungguh tujuan kehidupan ini semata hanya mengharap keridhoanNya, jika ada harapan selain perihal itu maka hati akan kecewa dan terluka.

Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mau membaca tulisan absurd kali ini, mari kita move on ke arah yang lebih baik lagi. Mantan hadir memang memberikan kenangan tersendiri, namun takdir Tuhan yang terbaik untuk kita. Terima saja dengan ikhlas semua ketentuanNya, yakinlah akan hadir hati yang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya yang memang ditakdirkan untuk menggenapi kehidupan kita. 

Jika ditemukan kesalahan kata, jangan sungkan untuk memberitahu di kolom komentar. Karena apalah arti tulisan ini tanpa kritik dan saran dari teman-teman semua.

Salam ukhuwah : Saya Rodhiyatum Mardhiyah

Tentang BFF di Masa SMK

Kami BFF (topi hijau : Vivin, topi pink : Manda, kerudung putih : Usnah, Kerudung hitam : Mardhiyah, Pakai kacamata : Lolita)

Setelah lulus dari SMP (Sekolah Menengah Pertama), saya melanjutkan bangku sekolah ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Tentunya saya menginginkan untuk dapat bersekolah di salah satu SMK Negri yang ada di Kota Tangerang, dan SMKN 3 Tangerang saat itu yang menjadi incaran saya dengan jurusan tata busana. Saat itu saya sangatlah antusias mengikuti seleksi tes calon siswa yang menjadi persyaratan sebelum kita dapat belajar di sekolah tersebut. Ummi, yang selalu setia menemani saya untuk mengikuti tahap demi tahap testnya, karena Ummi sangatlah menginginkan saya dapat bersekolah di SMKN 3 Tangerang dengan jurusan tata busana. Namun takdir Tuhan berkata lain, saya tidak lolos dalam mengikuti tahap seleksi bahkan sampai bangku kosong. 

Saat itu saya merasa kecewa karena tidak dapat memenuhi keinginan Ummi. Sedih, down, merasa paling bodoh, dan macam-macam perasaan sedih lainnya. Namun bahwa benar takdir Tuhanlah yang terbaik untuk setiap hambaNya, kita hanya dapat berencana dan selebihnya Tuhanlah yang menentukan, dibalik itu semua Tuhan telah menyiapkan yang lebih baik dari apa yang saya harapkan. Ada hikmah dibalik gagalnya saya untuk dapat bersekolah di SMKN 3 Tangerang. Penasaran, kejutan apa yang telah Tuhan berikan untuk saya berikutnya?! Keep reading yaa..

Setelah dinyatakan tidak lolos untuk dapat bersekolah di SMKN 3 Tangerang, sayapun didaftarkan oleh ibu saya di SMK Al-Ijtihad yang beralamat di Pasar Baru Kota Tangerang. Saat itu di SMK Al-Ijtihad hanya ada dua jurusan, yaitu jurusan administrasi perkantoran dan akuntansi. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil jurusan akuntansi. Karena saya dari SD (Sekolah Dasar) memang sangat menyukai hitung-menghitung. Ditambah saat SMP saya terpilih menjadi salah satu peserta olimpiade Matematika dan guru matematika saat SMP sangatlah baik kepada saya. Memang rezeki saya kali ya, di dunia hitung-menghitung, atau hanya kebenaran saja?.

Seperti awal masuk sekolah pada umumnya, saya dan seluruh siswa baru lainnya mengikuti kegiatan ospek. Kami dikenalkan dengan seluruh pengurus OSIS dan mengenai SMK Al-Ijtihad, dan juga beberapa kegiatan permainan lainnya yang pastinya sangat seru dan mengesankan. Kalau tidak salah (Maaf lupa-lupa ingat) masa ospek kami jalani selama seminggu.

Setelah seminggu kami menjalani masa ospek. Kamipun mulai menjalankan kegiatan belajar sebagaimana mestinya. Saat pertama masuk kelas, saya datang terlambat dari teman lainnya yang akhirnya saya duduk di meja paling belakang dengan teman semeja saat itu yaitu Eka Septya, yang memiliki wajah hitam manis dan senyum yang ramah. Teman-teman sekelas saya terlihat baik, dan tidak terlihat adanya kesenjangan sosial. Namun saat pertama-tama masuk kelas, saya masih merasa belum mempunyai teman untuk sekedar ngobrol (Maklum saya termasuk seorang yang berkepribadian INTJ) jadi sulit untuk menemukan teman yang memang cocok dengan saya.

Namun perasaan itu tidak berlangsung lama. Setelah beberapa hari masuk kelas, saya telah menemukan teman yang cocok dengan saya. Entah kenapa saya sudah merasa cocok saat pada pandangan pertama #Ceileh. Iya, entah kenapa saya merasa cocok atau tidaknya dengan orang dilihat dari matanya. Saya menilai seseorang dari tatapan matanya (Ini beneran). Dan teman yang pertama kali dekat dengan saya dan nyaman saat ngobrol dengannya, yaitu bernama Vivin Volina. Biasa dipanggil Vivin, atau teman-teman sekelas memaggilnya Uni, karena Vivin merupakan seorang siswi rantauan dari Padang. Vivin termasuk siswi yang pintar dan berprestasi, sering meraih peringkat pertama di kelas kami dengan nilai yang tinggi. Oh ya, Vivin juga yang sering mengingatkan kami saat tiba waktu sholat.

Sama Vivin, maafkan yaa Manda kelihatan bibirnya doang. Maklum pakai kamera belakang. Foto dari HP Vivin

Lalu seiring berjalannya waktu, tidak hanya Vivin yang dekat dengan saya. Ada juga Lolita Nur Anggraeni yang biasa dipanggil Loli, yaitu siswi dengan tubuh tinggi semampai berkulit kuning lansat yang berkacamata, sangat ngefans dengan suatu grup band yang sedang hits saat itu. Oh ya, kebetulan rumah Loli berdekatan dengan rumah saya. Jadi kami berbarengan, saat berangkat ataupun pulang sekolah. Tak jarang juga saya melipir main ke rumah Loli ataupun untuk mengerjakan tugas kelompok.

Foto sama Lolita di depan warteg saat menunggu angkot. Foto dari HP Lolita

Setelah itu ada Usnah, yang bertubuh mungil dan berkulit putih ditambah bulu mata yang lentik. Cantik kan?! Iya dong. Ditambah lagi, Usnah orangnya kalem. Kebenaran juga, saat itu Usnah seperti saya, juga ngefans dengan grup Band Lyla. Memang seru kalau mempunyai teman yang sama-sama menyukai hal tertentu. Bersama-sama antusias beropini tentang hal yang disukai. Tidak ada habisnya kalau sudah ngobrol bareng Usnah tentang Lyla Band. Saat SMK, saya dan Usnah sering janjian untuk berpuasa senin kamis, istilahnya mah teman seperjuangan melaksanakan sunnah saat SMK.

Kerudung putih namanya Usnah. Foto di city mall tahun 2013an setelah lulus 2 tahun

Setelah itu ada Mandasari yang biasa kita memanggilnya Manda, dengan ciri khasnya yang saat tertawa bisa mengalahkan kunti #Upss. Eh tapi beneran lho! Kalau Manda sudah tertawa, dapat dipastikan siapapun yang mendengarnya jadi ikutan untuk tertawa bersama-sama. Lepas pokoknya kalau sudah mendengar Manda tertawa, kalau kata kita mah suara tawaan kunti lewaaaat. Entah ada saja bahan candaan kalau ada Manda. Istilahnya, kalau ga ada Manda ga rame. Oh ya, saya juga sempat duduk semeja dengan Manda yang seru ini. :D

Sama Manda saat menunggu angkot di depan warteg. Foto dari HP Lolita

Sama Manda saat di dalam kelas. Foto dari HP Lolita

Sama Manda saat menunggu angkot. Foto dari HP Lolita

Oh ya, saat SMK sedang ramainya FTV serial yang berkisah mengenai persahabatan remaja. Dan juga saat itu, kami sekelas tidak mau kalah untuk ikut seru-seruan membuat geng masing-masing. Akhirnya, melihat keakraban diantara kami berlima, kamipun memutuskan untuk mencari-cari nama untuk persahabatan kami. Dan terbuatlah sebuah nama, yaitu BFF (Best Friend Forever). Awalnya ada beberapa nama yang kami buat, seperti CS (Cute Sweet) #Uhuuuk. Namun, entah nama mana yang sah menjadi nama persahabatan kami, yang pasti kita yaa BFF (Best Friend Forever). Walaupun di kelas kami ada beberapa geng, tapi bukan berarti pertemanan kami hanya terbatas pada geng masing-masing, kami sekelas tetap berteman baik. 

Banyak sekali saat-saat yang telah kami lewati bersama. Apalagi dulu sewaktu SMK, seminggu dua kali diadakan pelajaran MTQ yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah. Jadi, sekolah masuk siang dan paginya kita MTQ. Lalu saat tiba kelas dua belas SMK, kami full day sekolah karena paginya dipakai untuk pengayaan, dan siangnya dipakai untuk kegiatan belajar mengajar normal. Tapi kami enjoy saja menjalankan itu semua, karena kami senang menjalaninya bersama teman-teman lainnya.

Salah satu yang menjadi keunggulan bersekolah di SMK Al-Ijtihad yaitu adanya sholat ashar berjamaah serta bersholawat bersama-sama, dan juga setiap hari jum’atnya diadakan yasinan sebelum dimulainya kegiatan belajar mengajar. Dan itu merupakan salah satu momen yang mengesankan. Bersama-sama belajar taat akan perintahNya.

Lalu, saat pulang sekolah, kami bersama-sama menunggu angkot di depan warteg yang mana sudah menjadi basecamp kami saat pulang sekolah. Menunggu sampai ada angkot yang kosong, baru kami naik. Dikarenakan kami naiknya banyakan. Oh ya, tidak hanya kami berlima, namun juga dengan teman lainnya dari geng Cece CS. Kami berlima juga dekat dengan mereka. Sering kali saat menunggu angkot, kami berfoto-foto ria menggunakan HP salah satu dari kami yang sudah canggih (Ada kameranya) maklum saat itu HP saya esia yang belum ada kameranya dan kalau sms dihitung perhuruf. Jadi, kalau mau internetan yaa harus ke warnet. Jadi inget, dulu kalau ke warnet biasanya kami ramean, dan warnet dekat sekolah yang menjadi incaran kami untuk mengerjakan tugas ataupun sekedar online facebook. Biasanya kami menggunakan komputer tidak sendirian, jadi yang di depan komputer bisa dua atau tiga orang. Sesak ga tuh?! Haha.

Sambil nunggu angkot, cekrek dulu :D Foto dari HP Fitri

ada Fitri, Trisna, dan Hae juga nih :D . Foto diambil dari HP Fitri

Ada Yaya nih paling depan :D Foto dari HP Fitri



Manda, Lolita, Usnah, Mardhiyah. Foto dari HP Lolita

Rasanya kalau berbicara saat SMK, lebih seru ketika membahas persoalan rasa suka atau biasa menyebutnya cinta monyet. Yaa, seperti siswa siswi SMK pada umumnya, kami BFF juga ada saat dimana saling menciye-ciyekan masing-masing dari kami. Ada yang suka sama kakak kelas, ada yang suka sama teman sekelas, ada yang suka sama kakaknya teman, ada yang suka sama kenalan handphone, bahkan ada juga yang sempat dicomblangkan. Seru sih pokoknya, kalau sudah saling melontarkan candaan ke masing-masing dari kami. Dan kalau sudah ada yang diciye-ciyekan, pasti orang tersebut menjadi salting dan malu-malu gimana gitu. #uhuuuk

Hmm, jadi ingat saat saya kagum sama salah satu kakak kelas yang wajahnya ngalahin gula jawa (alias manis banget) Haha. Kalau dia lewat depan kelas, pasti saya bilang sama teman semeja saya yaitu Vivin (saya sudah semeja dengan Vivin), yang kurang lebih kalimatnya seperti ini “Eh eh eh.. itu Ka... lewat. (Sambil ingat lagunya kangen band yang judulnya pujaan hati. Haha)”. Tapi itu hanyalah salah satu kenangan saat SMK, yang kalau lagi flashback jadi pengen ketawa sendiri dan bergumam dalam hati “Kok, dulu gue alay banget yak”. Padahal sampai sekarang masih ada kelakuan alaynya, maklumin yaa soalnya suka lupa diri.

Seperti persahabatan pada umumnya, kami berlimapun pernah mengalami yang namanya salah paham hingga mengakibatkan percekcokan di antara persahabatan kami. Namanya juga hubungan ya, pasti ada saja salah pahamnya. Justru, dengan begitu membuat kami semakin dekat, menjadi tahu apa yang diingikan satu sama lain. Namun tetap saja, bagaimanapun juga ujung-ujungnya kami tetap bersatu kembali. 

Hingga pada akhirnya saat perpisahanpun tiba, kami semua seluruh kelas dua belas angkatan 2008-2011 mengadakan acara perpisahan. Acara perpisahan diadakan di sebuah vila yang berada di kawasan puncak Bogor. Pastinya diisi dengan acara-acara yang seru dan mengasyikkan. Pokoknya komplit sih, ada suasana senangnya, ada suasana sedihnya, sampai ada suasana horornya juga. Ih, namanya juga masih usia belasan tahun ya, ada aja gitu yang jahil cerita yang bikin kami takut. Haha. Mulai dari cerita bantal melayanglah, ada darah di bawah kasur yang tiba-tiba darah itu hilang, ditambah lagi ada yang nyium bau melati. Hih, serem. Malem itu juga ga bisa tidur pokoknya. Untung kami satu kamar terdiri dari satu kelas, namun terpisah antara pria dan wanita. Jadi ga takut-takut bangetlah kalau ramean.

Foto kami bersama Ibu Eni Wali Kelas dua belas Akuntansi dan Bpk. Mahfud saat di puncak

Jadi ini lho kamarnya :D foto bersama Sensei Faiza Maretta dan Ibu Leli

Setiap masanya memang memiliki kenangan tersendiri bersama orang-orang terdekat yang kita sayangi. Dulu kami BFF sangatlah dekat, sampai sekarangpun insyaallah masih dekat di hati walaupun jarang bertemu #eyaa. Karena sebagian besar dari kami BFF sudah berkeluarga, kecuali saya. Dimulai dari Usnah, yang menikah dengan suaminya pada tanggal 8 Maret 2014. Lalu, Vivin Volina yang menikah dengan suaminya pada tanggal 22 November 2015, yang kini telah memiliki baby lelaki bernama Rayhaan. Setelah itu Mandasari yang menikah pada tanggal 25 September 2016, dan juga baru saja menjadi seorang ibu dari baby perempuan bernama Aura. Dan yang masih anget-angetnya jadi penganten baru yaitu Lolita Nur Anggraeni, yang menikah pada tanggal 27 Agustus 2017 kemarin. Dan tanggal pernikahan saya masih menjadi misteri, hehe. Saya sebagai jomblonya BFF cuma bisa mendoakan yang baik-baik untuk kehidupan kalian bersama keluarga.

Pernikahan Usnah dan Dodi 8 Maret 2014

Pernikahan Usnah dan Dodi 8 Maret 2014
Pernikahan Vivin & Agil 22 November 2015

Pernikahan Vivin & Agil 22 November 2015

Pernikahan Manda dan Suami 25 September 2016

Pernikahan Manda dan suami 25 September 2016

Pernikahan Lolita dan Juned 27 Agustus 2017

Pernikahan Lolita dan Suami 27 Agustus 2017

Memang skenario Tuhan tiada yang mengetahui, dan sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu khusnudzan akan ketetapanNya. Karena kita sebagai manusia hanyalah bisa berencana, balik lagi yang punya kehidupan ini adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya tidak dapat bersekolah di SMK negri sesuai keinginan saya, namun Tuhan menyiapkan sesuatu yang lebih dari itu. Yaitu dipertemukannya saya dengan mereka yang luar biasa, yaitu sahabat BFF, teman sekelas, kakak kelas, adik kelas, guru-guru, ibu kantin, dll. Termasuk juga soal pembentukan aqidah akhlaq saya pribadi.


Salam Ukhuwah : Rodhiyatum Mardhiyah